Sulsel Pecahkan Rekor Terjun Payung

REKOR MURI. Atraksi terjun payung dengan membawa bendera sepanjang 342 meter menjadi rangkaian peringatan hari jadi ke-342 Sulsel di Makassar Rabu, 19 Oktober. Atraksi ini juga dicatat di Museum Rekor Indonesia.

Makassar – Sulawesi Selatan berhasil memecahkan rekor terjun payung dengan membawa pita sepanjang 342 meter dan bendera terbanyak pada atraksi terjun payung di Makassar, Rabu.

Pemecahan rekor terjun payung tersebut merupakan rangkaian peringatan hari jadi Provinsi Sulsel ke-342 yang digelar di kawasan pembangunan Center Point of Indonesia, Makassar atas kerja sama TNI Angkatan Udara dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) setempat.

REKOR MURI. Atraksi terjun payung dengan membawa bendera sepanjang 342 meter menjadi rangkaian peringatan hari jadi ke-342 Sulsel di Makassar Rabu, 19 Oktober. Atraksi ini juga dicatat di Museum Rekor Indonesia.

REKOR MURI. Atraksi terjun payung dengan membawa bendera sepanjang 342 meter menjadi rangkaian peringatan hari jadi ke-342 Sulsel di Makassar Rabu, 19 Oktober. Atraksi ini juga dicatat di Museum Rekor Indonesia.

Manager Museum Rekor Indonesia (Muri) Paulus Pangka menyerahkan tiga penghargaan pemecahan rekor terdiri atas terjun payung dengan pita sepanjang 342 meter, terjun payung dengan 25 bendera yaitu 24 bendera kabupaten dan kota serta bendera provinsi ditambah penghargaan sebagai pelopor pendidikan gratis tingkat dasar dan penghijauan melalui udara.

Penghargaan diterima oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, FASI dan Letkol Kes. Yulianto dari TNI-AU, penerjun payung yang membawa pita sepanjang 342 meter.

Atraksi terjun payung massal yang dilakukan oleh 80 penerjun, diawali dengan tujuh penerjun wanita yang membawa pita sepanjang 34,2 meter dengan ketepatan mendarat kemudian dilanjutkan terjun formasi oleh enam penerjun. Lalu disusul oleh 25 penerjun yang membawa 24 bendera kabupaten dan kota serta bendera provinsi Sulsel.

Atraksi terjun payung diakhiri dengan aerobatik empat pesawat tempur jenis Sukhoi yang melakukan simulasi bantuan udara untuk mendukung serangan darat berupa “manuver bomb burst” dari ketinggian 150 di atas permukaan tanah dengan kecepatan 750 kilometer per jam.

Empat pesawat yang dipimpin oleh Komandan Skadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Penerbang Untung Suropati kemudian mensimulasikan peluncuran roket S-8 dengan kecepatan 850 kilometer per jam dari sudut serang 30 derajat.

Kemudian pesawat tempur Sukhoi SU-MK2 dan SU-27 SKM dari skadron udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin tersebut kembali bersatu dalam satu formasi sebelum menutup dengan aksi “high speed pass break“.

Sumber : Antara Sulsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − fifteen =