Sulsel Ekspor Ikan dan Kepiting 10 Ton Per Hari

MAKASSAR — Setiap hari ekspor ikan segar dan kepiting hidup via angkutan udara ke Singapura rata-rata mencapai 10 ton.

Pengekspor Frans Thioris, kemarin, mengatakan, dari 10 ton ekspor, ikan segar mendominasi sekira 75 persen, sisanya adalah kepiting hidup. “Ikan segar yang kita ekspor antara lain tenggiri, kerapu,” kata Frans.

Menurut dia, ekspor ikan melalui kargo udara ke Singapura sudah berlangsung lama. “Singapura merupakan tujuan terbesar ekspor komoditas perikanan Sulsel. Pengiriman kita lakukan melalui jasa kargo udara,” tuturnya.

Senada diungkapkan Syafruddin dari PT CAS. Menurut dia, rata-rata ekspor ikan segar dan kepiting hidup ke Singapura melalui ekspedisinya sebanyak 2 ton. “Kalau ada sekira enam ekspedisi yang bergerak di sektor ini, maka sedikitnya ekspor ikan ke Singapura rata-rata 10 ton per hari,” ungkapnya.

Dia mengakui, ekspedisi yang menangani ekspor ikan segar dan kepiting hidup via Bandara Sultan Hasanuddin antara lain; PT Agung, PT SN, PT CAS, PT DUS, dan PT Ritra.

Intensitas ekspor tersebut mendorong Pemprov Sulsel mendukung direct kargo (penerbangan kargo langsung). Peresmian kargo udara langsung dari Makassar ke Singapura menggunakan pesawat Garuda diresmikan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, belum lama ini.

Sebagai pesawat komersial, Garuda setiap hari hanya mampu memberi batasan ekspor ikan sebanyak 1,6 ton dengan penerbangan langsung tujuan Singapura. “‘Ini tentunya sangat sedikit jika dibandingkan volume ikan segar dan kepiting hidup yang rata-rata 10 ton per hari untuk tujuan Singapura,” kata Frans.

Karena itu selain Garuda, lanjut dia, pengekspor menggunakan jasa angkutan pesawat meskipun harus transit di kota lain seperti Jakarta dan Surabaya. “Kalau bisa Garuda menambah kapasitas kargo agar dapat mengakomodasi kebutuhan pengekspor,” hara Frans.

Sementara itu, Pemprov Sulsel akan melakukan ujicoba pengiriman kedua komoditas segar pada 19 Oktober ini. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berharap harga jual ikan segar dan kepiting hidup asal Sulsel bisa lebih tinggi sehingga nelayan dan petani bisa mendapatkan hasil yang lebih banyak.

Bagi pengekspor, pihak Garuda Indonesia Airlines memberi kemudahan dan membantu memberi diskon untuk paket kargo pengiriman ke Singapura. Ekspor komoditas hasil laut dan sayuran terus ditingkatkan dengan memberi kemudahan kepada eksportir untuk mendapatkan pelayanan baik di Bandara Internasional Hasanuddin maupun di negara tujuan.

Untuk itu Pemprov Sulsel telah melakukan pertemuan dengan eksportir untuk membahas masalah ini demi menyukseskan kegiatan ekspor ke Singapura. (id/upi)

Sumber : Harian Fajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 17 =