Perluasan Bandara Butuh Lahan 17 Hektare

MAKASSAR – Perluasan terminal penumpang dan penambahan panjang landasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ditargetkan rampung 2015 seiring diterapkannya airport open sky.

Total lahan yang dibutuhkan PT Angkasa Pura I (Persero) untuk penambahan satu terminal penumpang landasan sepanjang 400 meter mencapai 17 hektare (ha). Saat ini luas terminal hanya 51.000 meter persegi dan rencananya ditambah menjadi 68.000 meter persegi. Sementara itu, panjang runwaybandara hanya 3.100 meter dan ditargetkan ditambah hingga 3.500 meter sehingga pesawat berbadan lebar, seperti Boeing 747,bisa mendarat.

Perluasan bandara yang diresmikan sejak 2008 ini dianggap sangat mendesak dari segi pergerakan barang dan penumpang serta lalu lintas penerbangan domestik maupun penerbangan internasional. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Sulsel Masykur Sultan mengungkapkan, dari awal Bandara Hasanuddin dirancang mampu menampung 7 juta penumpang per tahun.

Namun, awal 2011 ini, angka tersebut sudah terlampaui. “Perluasan ini sudah sangat mendesak. Bandara kami rancang dengan 7 juta penumpang. Namun belum berakhir 2011,angkanya sudah lewat.Ini juga mempertimbangkan dari segi kelayakan dan kenyamanan operasi penerbangan dan lalu lintas barang serta penumpang,” ungkapnya kepada SINDO,kemarin.

Sesuai master plan awal, bandara dirancang memiliki terminal yang berpisah antara penerbangan domestik dan internasional. Namun, yang ada sekarang ini baru memiliki satu terminal. “Jadi,Pemprov SulseldanPT Angkasa Pura merancangnya untuk memperluas terminal sekarang ini dan dibutuhkan lahan 15 hektare (15.000 meter persegi). Luasnya mengikuti arah landasan sehingga nanti memiliki dua terminal,”paparnya saat dihubungi di Makassar.

Menurutnya, perluasan terminal harus selesai sebelum diterapkannya open sky 2015, di mana penerbangan internasional maupun domestik bebas keluar masuk di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Selain membutuhkan lahan tambahan 15.000 meter persegi, penambahan panjang landasan bandara dari 3.100 meter menjadi 35.000 meter, juga membutuhkan pembebasan lahan 2.000 meter persegi.

Sekarang ini Angkasa Pura telah melakukan pembebasan lahan untuk perpanjangan landasan di bandara. Hanya,masih membutuhkan 2.000 meter persegi untuk pemindahan lampu penanda penerbangan dan pendaratan pesawat. “Untuk pembebasan lahan ini bukan urusan pemprov, tetapi menjadi wewenang PT Angkasa Pura. Jumlah anggaran yang dibutuhkan juga kami belum tahu. Kan kami baru merancangnya, ”ungkapnya.

Sementara itu,General Manager PT Angkasa Pura I Rahman Syafrie menyebutkan, Airport Council International( ACI) akan mengaudit Bandara Hasanuddin dari segi kenyamanan dan keamanan penerbangan luar negeri masuk ke Makassar. Audit tersebut termasuk mengecek kesiapan landasan, terminal pesawat dan penumpang, serta lalu lintas darat keluar masuk ke bandara.

“Audit ini dilakukan karena sudah ditetapkan sebagai bandara internasional. Jadi, penumpang harus betul-betul nyaman menggunakan bandara kami. Karena itu, kami juga minta dukungan masyarakat,” tandasnya. wahyudi

Sumber : Seputar Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − one =