Patung Sultan Hasanuddin Diresmikan pada HUT Sulsel

Makassar (ANTARA News) – Patung Sultan Hasanuddin setinggi lebih dari 20 meter di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan diresmikan pada hari ulang tahun Provinsi Sulawesi Selatan ke-342 tahun, 19 Oktober 2011.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muallim di Makassar, Jumat, mengatakan, pemerintah provinsi saat ini tengah mengupayakan agar peresmian pendirian patung tersebut dapat dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus menghadiri acara puncak peringatan hari jadi Sulsel dan membuka rencana penyelenggaraan rapat koordinasi gubernur se-Indonesia.

“Patung Sultan Hasanuddin tersebut milik Angkasa Pura sementara anggaran pembangunan landasannya dari pemerintah daerah. Kalau bisa diresmikan presiden pada hari jadi Sulsel,” katanya. Ia mengatakan, Angkasa Pura I telah siap memasang patung yang didesain di Bali tersebut karena bagian-bagiannya telah dikirim dari Bandung. Kepastian peresmian pendirian patung tersebut merupakan salah satu hasil pertemuannya dengan manajemen Angkasa Pura I.

Hal lain yang menjadi pembahasan adalah kerja sama pemanfaatan gedung yang awal direncanakan menjadi gedung VVIP di bandara. “Gedung yang sudah lama terbangun untuk persiapan VVIP itu menurut analisa terakhir dari tim protokoler RI-1 tidak tepat tempatnya dengan alasan keamanan,” katanya.

Kemudian disepakati untuk diusulkan kepada gubernur untuk dimanfaatkan sebagai pusat bisnis yang menjadi bagian dari hotel transit yang rencananya akan dibangun Angkasa Pura.

“Kebetulan di dekat situ Angkasa Pura juga akan membangun hotel transit, disepakati untuk dilaporkan ke gubernur untuk mendapat persetujuan. Angkasa Pura membangun hotel sesuai rencananya dan tempat itu bagian dari hotel menjadi sarana pelayanan Angkasa Pura tetapi milik pemprov, bentuknya bisnis center,” jelasnya.

Potensi pusat bisnis tersebut cukup besar karena berdasarkan data Angkasa Pura setiap hari orang yang menunggu sampai ribuan orang. Jika alternatif ini disetujui oleh gubernur baru dilanjutkan dengan merancang desain sesuai dengan peruntukkannya dan penyusunan anggaran. “Mungkin 2012 baru bisa dilanjutkan,” tambahnya.

Sebelumnya mengemuka usulan untuk memanfaatkan gedung tersebut sebagai “lounge”. Namun, usulan ini dinilai tidak cocok karena di lantai atas bandara sudah banyak tersedia “lounge”. (T.KR-RY/F003)

Sumber : Antara dan SSC Forum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 4 =