Infrastruktur Pariwisata Tidak Memadai

VISIT SOUTH SULAWESI 2012
VISIT SOUTH SULAWESI 2012

(Yusran/Fajar) VISIT SOUTH SULAWESI. Gubernur Syahrul Yasin Limpo didampingi Erwin Aksa pada peluncuran program visit south Sulawesi di Fort Rotterdam Makassar Selasa, 10 Juli.

MAKASSAR, FAJAR — Visit South Sulawesi 2012 kembali di-launching untuk keempat kalinya di Fort Rotterdam, Selasa, 10 Juli. Peluncuran kembali program promosi pariwisata Sulsel itu sekadar pemasangan branding pada 10 unit taksi lokal.

Launching juga digelar ala kadarnya dengan hanya menghadirkan puluhan sopir taksi dan pegawai beberapa instansi Pemprov Sulsel. Tidak ada pameran pariwisata, pasar seni dan budaya, atau kegiatan penunjang lain untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengakui, launching Visit South Sulawesi kemarin, sekadar penguatan kegiatan sebelumnya. “Launching sudah dilakukan di Jakarta, tahun lalu,” kata Syahrul.
Sebelum launching di Jakarta, Pemprov Sulsel sudah meluncurkan Visit South Sulawesi 2012 di Trans Studio pada 2010 lalu. Launching program yang sama juga dilakukan di Monumen Mandala, 2011 lalu.

“Launching kali ini memang bukan pendekatan massal. Harapannya, kegiatan seperti ini permanen. Kita sudah lihat kelemahan objek wisata yang ada seperti Takabonerate yang terlalu jauh untuk dikunjungi wisatawan atau Tana Toraja yang sulit aksesnya,” kata Syahrul.

Meski begitu, Kepala Dinas Pariwisata Sulsel, Syuaib Mallombassi mengklaim kunjungan wisatawan terus meningkat. Bahkan, pada 2012 ditargetkan kunjungan wisatawan asing sekitar 100 ribu orang dan wisatawan domestik 4,5 juta orang. Menurut Syuaib, wisatawan asing ke Sulsel pada 2010 tercatat sebanyak 42.371 orang dan meningkat hingga 65.000 orang pada 2011.

Salah satu kendala membangkitkan pariwisata Sulsel seperti Tana Toraja adalah akses jalan trans Sulawesi yang masih banyak rusak parah. Selain membuat perjalanan wisatawan tidak nyaman, waktu tempuh juga lebih lama.

Syahrul berjanji pembangunan dan perbaikan jalan sudah mencapai tahap optimal tahun depan. “Kita akui infrastruktur jalan salah satu kendala. Namun, persoalan jalan tidak berarti membuat kita berdiam diri tanpa terus melakukan akselerasi agar wisatawan bisa terus berdatangan ke Sulsel,” katanya. (rif-iad)

fajar.co.id – Rabu, 11 Juli 2012 | 20:07:51 WITA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + five =