‘Djuku’, Resto yang Tawarkan Sensasi Baru

djuku, bistro khas makassar

Bagi yang pernah ke kota Paris, tentu akan banyak menemukan bistro atau restoran kecil sederhana yang banyak menyajikan makanan dan minuman cepat saji.

Di kota ini lah konsep usaha bistro (resto) menjadi cikal bakal usaha resto sederhana yang menjamur sentero dunia saat ini. Bistro tidak hanya menyajikan kopi atau anggur, tetapi sudah berkembang dengan jenis makanan yang cocok dengan karakter orang kota.

Di Indonesia, bistro juga sudah menjadi bisnis yang menarik dan bahkan sebagian besar pengusaha telah mengembangkan konsep ini menjadi usaha waralaba dan berkembang di kota-kota besar di Indonesia. Di Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, kini telah memiliki bistro lokal yang modern. Bistro ini diberi nama ‘Djuku’ dan dikembangkan oleh kelompok usaha Kalla, milik keluarga Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI. Meski baru, namun ketika Bisnis berkunjung ke Djuku yang berada di lantai dasar Wisma Kalla, pekan lalu, tampaknya resto ini sudah mencuri minat para peradu selera dan telah menjadi obyek wisata kuliner baru di kota daeng ini.

Di ‘Djuku” hampir semua diolah dari bahan makan lokal dan dengan produk makan khas Sulsel. Namun, makanan lokal seperti ikan bakar, pisang ijo, bassang, dan produk lokal lain telah dikemas bentuk baru dan modern, namun tetap menjaga rasa aslinya. Tidak hanya produk makan lokal yang disajikan, namun segala bentuk jenis makanan internasional yang biasanya kita dapatkan di resto-resto modern juga ada di Djuku.

djuku, bistro khas makassar
‘Djuku’, bistro khas makassar

Untuk produk lokal, pisang ijo, misalnya, makanan khas Makassar yang dibuat dari pisang yang dibungkus tepung dan diberi warna hijau, bersaus khas yang dicampur es serta sirup, kini akan dapatkan dengan kemasan berbeda. Pisang ijo ala Djuku diubah tidak lagi menjadi pisang utuh yang dibungkus hijau, tetapi dipotong-potong kecil dan dibungkus dengan hijau dari bahan tempung. Saus pisang dan sirupnya tetap sama, hanya kemasannya saja berbeda sehingga karakteristik rasa pisang ijonya tetap sama.

Untuk jenis ikan bakar, Djuku menyajikan beragam jenis ikan seperti Ceppa, Sunnu (kerapu) dan Baracuda, serta udang dan cumi akan dimasak dengan menggunakan open kictchen. Ikan bakar khas Djuku yang dibakar dengan menggunakan oven ini sudah dibersihkan dari tulang, sehingga mudah dimakan. “Kami ingin memudahkan para penggemar ikan bakar,” ujar kata Fadly Rifai Kasim, orang nomor satu yang dipercaya menangani usaha bistro kelompok usaha Kalla itu. Ikan bakar khas Djuku juga dilengkapi dengan beraneka macam saus disajikan dengan tempat khusus dan menarik. Tetapi dari soal rasa, tidak jauh berbeda dengan saus yang ada di warung makan ikan bakar yang berterabaran di kota Makassar.

Djuku sepertinya ingin menawarkan konsep bagaimana produk makanan lokal ini bisa dikonsumsi secara luas dengan sentuhan modern. “Kami percaya Djuku akan bisa bersaing dengan bistro-bistro luar yang sudah mengakar di Indonesia,” paparnya.

Tanpa menggoreng

Dengan menggunakan open kitchen, Djuku lebih menawarkan sensasi baru dengan meninggalkan makanan yang dimasak dengan menggoreng. Sepertinya Djuku masuk pasar khusus konsumen yang menjaga berat badan dan kesehatan. Semua produk lokal yang dikembangkan menjadi makanan siap saji tidak melalui proses penggorengan tetapi dimasak dengan menggunakan open Kitchen.

Awalnya, menurut Fadli, mengenal alat masak Kitchen ini dalam sebuah pameran di Singapura pada bulan Agustus 2010 lalu. Penggunaan kitchen untuk usaha resto dinilai sangat unik dan termasuk baru di Indonesia. Karena itu, lanjut dia, dengan pengalaman ketika mengelola sejumlah usaha bistro, Fadli melakukan riset untuk mengembangkan produk makan lokal dengan menggunakan alat modern tersebut. “Hasilnya sangat menggembirakan,” ujarnya.

Teknik memasak dengan oven tanpa proses penggorengan dan bahan-bahan baku selektif yang diperoleh dari berbagai daerah di Sulsel menghasilkan boutique bistro dengan konsep compact kitchen yang menawarkan makanan dan minuman sehat. Menunya antara lain; djuku doughballs, chepa on salsa, djuku tuner, horse on fire, flying djuku, djuku fries, djuku coffee, djuku ice ‘mint’ tea, ori tea, losari peace, dan lain sebagainya.

Asal kata Djuku sebenarnya diambil dari bahasa Makassar yang artinya Ikan. Penamaan djuku, bisa diplesetkan menjadi JK oleh sebagai orang. JK adalah panggilan khas Jusuf Kalla ketika menjadi wakil Presiden RI.   Selamat menikmati !

sumber : http://www.bisnis-kti.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + 1 =