Coral Center

coral center Makassar

Pusat  riset terumbu karang yang juga berfungsi sebagai sarana rekreasi edukatif bakal melengkapi fasilitas di Kota Makassar yang berbenah menjadi kota dunia. Wahana yang menampilkan keindahan dunia bawah laut berkonsep sea world dengan nama Coral Centre, rencananya akan dibangun di kawasan pesisir pantai pada lahan seluas lima hektare. Coral Centre berupa gedung megah dengan rancangan futuristik mengambil filosofi dasar keindahan dan keanekaragaman biota laut. Gedung ini nantinya menjadi pusat pengelolaan terumbu karang serta pusat promosi ornamental marine speciments.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel, Syarif Burhanuddin mengatakan lahan yang disiapkan oleh Pemprov Sulsel sebagai lokasi pembangunan Coral Centre adalah kawasan Centre Point of Indonesia. Selain melengkapi fasilitas publik di kawasan pesisir Pantai Losari, juga melengkapi rencana Pemprov Sulsel menghadirkan pengembangan kerang untuk masyarakat pesisir.

Desain perencanaan Coral Centre tidak berupa bangunan berbentuk kaku, meskipun menjadi pusat riset. Arsitektur rancang bangun gedungnya justru sangat futuristik memadukan berbagai simbol keanekaragaman dan keindahan alam bawah laut. Perancang Coral Centre, Danny Pomanto, menuturkan desain gedung menggunakan lima analisa dasar yang membuat bangunan tampak megah, tetapi tetap ramah lingkungan. Coral Centre memadukan persyaratan bentuk yang minimalis namun tetap berasa internasional, futuristik, berteknologi tinggi, green building, dan ikonik.

Dari sisi bentuk yang minimalis, Coral Centre menggunakan bahan dengan moduler geometris agar perawatannya tidak menyulitkan. Selain itu, Coral Centre menggunakan bahan yang digunakan antara lain, kaca, dan alucopan. Bangunan yang dirancang berada di kawasan pesisir pantai ini tidak hanya mengadopsi unsur lokal. Danny menerapkan arsitektur modern dengan bentuk dasar universal mulai dari atap, dinding, dan dasar bangunan.

Konsep international taste memadukan tren minimalis tetapi tetap hightech futuristic dengan pemakaian bahan yang tahan lama. Sementara dari konsep green building, gedung Coral Centre bersifat ramah lingkungan yang mengakomodasi pencahayaan matahari langsung dari bulatan skylight. Bangunan futuristik ini nantinya menjadi ikon Kota Makassar di kawasan pesisir dengan bentuk tower yang sangat mengagumkan. Diadopsi dari karang berbentuk bulat dengan warna jingga, membuat bangunan induk Coral Centre tampak megah. Kawasan Coral Centre nantinya terdiri dari bangunan induk yang menjadi pusat penelitian terumbu karang, kolam coral park outdoor, coral aquarium, koridor atau selasar gantung yang menghubungkan bangunan induk dan akuarium koral, amphitheathre, dan museum koral.

coral3

Pilar koral jenis Dendrogyra Cylindrus diadopsi pada bentuk gedung pusat riset Coral Centre berwarna oranye yang mencolok. Bentuk bulatan koral diterapkan pada skylighht yang juga berfungsi sebagai pencahayaan utama dari sinar matahari langsung pada kawasan museum dan akuarium koral. Sementara gulungan ombak diterapkan pada ornamen selasar gantung. Warna-warna yang digunakan pada seluruh bangunan juga mengadopsi warna khas koral dan laut antara lain, oranye, putih, biru, dan hijau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 12 =